Sabtu 3 Mei 2008

Sabtu 3 mei 2008, tepatnya malam minggu, ku habiskan malam itu dengan nonton acara di purna MTQ di jalan sudirman. Acaranya semacam festival band gitu, hmm…lumayan sih acranya, paling nggak bisa menghilangkan kepenatan di malam minggu. Yang kebanyakan orang menghabiskan waktu nya berdua dengan sang kekasih, namun saya nggak, hanya ditemani teman cowok yang kebetulan tetangga saya. Waktu itu saya baru datang pukul sepuluh lewat dikit lah, acaranya masih rame sih dan masih banyak band-band yang ngantri untuk menunjukkan kebolehan nya di panggung.

Sambil mendengarkan lagu-lagu yang di bawakan band-band lokal, yang kebanyakan dari mereka adalah pelajar smu itu, sempat juga ku perhatikan keadaan di sekitar. Mataku tertuju pada seorang ibu2 dan seoarang bapak2, mungkin bapak itu adalah suaminya, sambil membawa sebuah ember kecil, berkeliling di antara penonton acara itu. Sambil mengangkat ember itu dan memohon sedikit pemberian dari pengunjung.

Setelah ku perhatikan beberapa saat, ternyata bapak itu nggak bisa melihat, aku tau karena dia (bapak tadi) di tuntun untuk melangkah oleh ibu2 yang bersamanya. Sempat terpikir olehku , oh tuhan….ternyata masih banyak orang yang kurang mampu di bandingkan dengan kita. Ternyata selama ini kita sering melihat keatas, tanpa sesekali melihat kebawah.

Beberapa saat kemudian, sambil menikmati acaraya yang cukup menarik buat aku, sempat juga ku perhatikan seorang bocak kecil, kira2 usia nya baru 10 tahun, sambil membawa sehelai karung beras yang berukuran sedang, sambil berkeliling diantara pengunjung, dia sesekali jongkok, dia mengumpulkan plastik bekas minuman. Harusnya di usia itu dia tidak mesti melalukan itu, apalagi waktu itu sudah larut malam, waktunya dia belajar dan istirahat, namun dia harus berkeliaran di luar sana, demi sesuap nasi.

Mungkin di sebabkan masalah ekonomi, sehingga membuatnya terpaksa melakukan itu, namun meskipun begitu, apakah dia nggak punya orang tua??? Apakah orang tuanya nggak bertanggung jawab atas nasib anaknya??? Sehingga harus mengorbankan anaknya. Anak2 harusnya mendapatkan jaminan pendidikan dari orang tuanya, supaya di kemudian hari dia nggak kalah mengahadapi badai dunia yang semakin ganas.

Kehidupan ini semakin memaksa kita untuk lebih berjuang lebih keras lagi, harus lebih teliti lagi. meskipun kita merasa sudah bekecukupan, namun semuanya itu blm tentu bertahan lama, bisa saja dalam waktu satu menit semuanya hilang. Dan pada akhirnya kita baru menyesali itu semua.

Jam menunjukkan pukul 23.10 Wib, aku mulai beranjak pulang dengan mengendarai sepeda motor, sambil jalan dan menikmati pemandangan malam, sempat terpikir olehku bahwa hidup itu nggak ada yang sempurna. Manusia itu tidak akan ada pernah merasa puas dengan apa yang sudah dia miliki, oleh karena itu kita harus merasa bersyukur atas apa yang sudah kita miliki

Konflik Ahmadiyah

Maraknya kasus Ahmadiyah yang kita dengar di media-media saat ini, membuat kita berpikir tentang agama kita, apakah kita sudah menjadi pengikut agama islam yang benar-benar islam? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing. Kasus ini mulai menjadi perbincangan hangat di kalangan pemimpin kita, mereka menyatakan bahwa ajaran Ahmadiyah tergolong ajaran sesat, karena ajaran tersebut tidak mengakui bahwa nabi Muhammad SAW bukan nabi terakhir, melainkan mereka mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi mereka, yang berasa dari India. Aliran Ahmadiyah al-Qadiyan didirikan oleh Mirza Ghulam pada tanggal 23 Maret 1889 M di sebuah kota yang bernama Ludhiana di Punjab, India. Dia adalah seorang penulis buku yang produktif, dia dilahirkan pada 15 Februari 1935 M di Qadian, Nejed, India.

Ajaran Ahmadiyah masuk ke Indonesia pada tahun 1935 M, dah telah telah tesebar hampir di seluruh daerah di Indonesia, dan telah mempunyai banyak cabang seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa tengah, Sumatra Barat, Palembang, Bengkulu, Bali, NTB, dll.
Pusat ajaran ini berada di Parung, Bogor, Jawa Barat, dengan gedung yang sangat megah dan di lengkapi dengan perlengkapan yang canggih.

Menurut penganut ajaran ini, jumlah nabi yang wajib mereka imani adalah 26 nabi, sedangkan menurut ajaran islam nabi yang wajib di imani adalah 25 nabi, setelah nabi Muhammad tidak ada lagi nabi.

Kitab suci mereka bukan Al qur’an melainkan adalah “Tadzkirah” yang mereka percaya sebagai kitab mereka. Kitab tersebut di buat oleh Mirza Ghulam Ahmad. Mereka juga menyakini wahyu di turunkan kepada Mirza Ghulam Ahmad. Tempat suci mereka adalah Rabwah dan Qadian di India.

Dalam ajaran mereka bahwa wanita Ahmadiyah tidak boleh menikah dengan laki-laki di luar penganut ajaran Ahmadiyah, akan tetapi laki-laki boleh menikah dengan wanita selain penganut Ahmadiyah.

Sumber: Diadaptasi dari Mengenal Aliran-Aliran Islam dan Ciri-Ciri Ajarannya,
Drs. Muhammad Sufyan Raji Abdullah, Lc

Rasa ini

Memang sakit rasanya bila kita di sakiti oleh seseorang, apalagi orang itu orang yang paling berarti buat kita, orang yang paling spesial buat kita, orang yang mungkin nggak bisa kita lupakan. Oleh karena beberapa alasan saja yaitu karena dia tidak mengingginkan kita lagi, karena dia sudah tidak peduli lagi dengan kita, karena dia sudah tidak mau tau lagi tentang kita. Perasaannya sudah berubah, dia tidak seperti dulu lagi, dia tidak seperti yang kita kenal dulu, dia berubah dalam waktu yang amat singkat.

Namun kita sadari tak selamanya rasa itu selamanya seperti itu, suatu saat dia pasti mempunyai rasa bosan dan mempunyai titik jenuh. Memang kita akui pada awalnya dia pasti peduli banget, tapi lama-kelamaan rasa itu akan surut dan bahkan bisa hilang sama sekali. Untuk menjalin kembali rasa itu mungkin terasa amat sangat sulit, karena sudah terdapat satu bercak hitam pada kain yang putih. Walaupun rasa terjalin kembali pasti tidak akan seperti awalnya lagi.

Ungkapan sebuah kata yang pernah terucap seakan tak mampu lagi membuat rasa yang hilang untuk kembali lagi, rasa itu pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal, dia pergi begitu saja seperti angin yang berhembus, dia terbang kemana saja dia suka tanpa peduli dengan tempat yang baru saja dia tinggalkan.

Suatu saat nanti kitapun akan menyadari betapa menyesal diri ini karena telah meninggalkan orang yang benar-benar menyukai kita, karena telah menyia-nyiakan orang yang dengan tulus menerima kita. Mungkin kita belum menyadari akan semua itu, kadang-kadang kita kurang peka terhapat orang di sekitar kita, orang itu peduli pada kita, namun karena kita nya yang kurang memperhatikan, lalu kita hanya membiarkannya berlalu begitu saja.

Jadikan semua pengalaman yang kita alami sebagai cermin kita untuk masa yang akan datang. Jadikan itu sebagai tolak ukur untuk diri kita masing-masing. Jangan pernah lagi menyia-nyikan orang yang berada di sekitar kita…..

Note: kita tidak hidup sendiri di dunia ini, jadi jangan terlalu angkuh dengan diri kita…

Sisi kehidupan

Memang mudah mengucapkan satu kata, namun untuk memahamai kata itu mungkin sangat sulit, belum tentu kita memahami arti dari kata itu sendiri. Kebanyakan orang hanya bisa mengasih tau, tapi dia sendiri tidak mau tau. Cuma bisa untuk menasehati saja tapi perbuatan dia sendiri bertolak belakang dengan apa yang dia sampaikan pada banyak orang.

Pada dasarnya orang itu tau bahwa dia tau apa yang harusnya dia lakukan dan apa yang mesti dia tidak lakukan, namun kadang-kadang itu semua tidak terlalu di hiraukannya, walaupun yang dilakukannya itu tidak sepantasnya dia lakukan. Seperti ada suatu dorongan untuk melakukan sesuatu yang kurang baik. Untuk melakukan suatu kebaikan kadang-kadang kita enggan untuk melakukannya, mungkin karena kita tidak terbiasa melakukannya, atau kita sudah nggak punya perasaan lagi, ataupun sudah mati rasa, semoga saja belum samapai seperti itu.

Sebuah contoh kecil saja, ketika kita melihat seorang pengemis, kadang-kadang kita berprasangka kalau mereka hanya bisa meminta saja, enak saja tinggal minta-minta. Dan sebagian orang pun merasa terganggu dengan keberadaan mereka, dan tak jarang pula sebagian orang merasa iba. Pengemis itu pasti juga tidak mau jadi pengemis, namun karena nggak ada yang bisa mereka lakukan lagi untuk sekedar menyambung hidup, mereka terpaksa mengemis mengharap belas kasih dari segelintir orang yang masih peduli dengan mereka.

Itulah manusia yang sombong, manusia yang tak peduli dengan sesmanya, padahal mereka juga mungkin sebelumnya berasal dari orang yang kurang mampu juga, namun mungkin karena nasib mereka berubah sedikit saja, mereka langsung merasa angkuh. Mereka tidak ingat lagi dari mana mereka berasal. Ketika mereka susah, mereka jauh lebih baik dibandingkan jika mereka sudah merasa sudah mempunyai sedikit harta.

Namun di balik itu semua, mereka belum tentu merasa hidup tenang dan bahagia, mungkin saja para pengemis tadi lebih bahagia dari pada mereka, walaupun banyak yang harus mereka pikirkan, tapi mereka hanya menikmatinya saja. Berbeda dengan mereka yang mempunyai sedikit harta, mereka akan merasa tidak bisa lagi hidup tanpa harta mereka, dan akan selalu menjaga harta itu. Mereka pusing karena mereka harus bisa menjaga harta mereka supaya tidak berkurang.

Hidup itu jangan terlalu di nikmati karena hidup di duni ini hanya sementara saja, yang mungkin sebentar lagi akan kita tinggalkan, yang mungkin sebentar lagi tidak bisa lagi kita nikmati.
Note: semoga kita selalu menjadi orang yang peduli sesama …..amin….

Tentang cinta

Cinta???? Sebuah kata yang sangat membinggungkan, cinta kadang membuat orang senang, kadang membuat orang sakit, bahkan bisa membuat orang mati, sudah banyak kita lihat contohnya baik di sekitar kita sendiri, maupun kita sendiri yang mengalaminya. Pernah aku bertanya pada diriku sendiri seperti apakah cinta itu?, namun nggak bisa di bayangkan, terlalu jauh rasanya aku pikirkan masalah itu, tapi dari beberapa pendapat yang saya dengar, katanya cinta itu indah banget, apa lagi orang yang kita cintai juga mencintai kita, begitu katanya. Namun aku belum merasakan cinta yang sebernarnya, munkin aku nggak terlalu peduli tentang itu, ditambah lagi nggak ada yang mau mencintai…hehehe…(munkin aja)

Sebuah kisah cinta yang pernah kita lihat “ Romeo dan Juliet”, apa masih ada cinta yang seperti itu zaman sekarang?? Sepertinya susah untuk di temukan pada masa sekarang ini. Kebanyakan cinta zaman sekarang lebih kearah nafsu belaka, atau cinta karena ada maunya. Susah untuk mencintai seseorang itu apa adanya.

Ibarat sebuah kapal yang mau berlayar, namun kapal itu tidak tau mau berlayar kerah mana, apakah ke utara, ke timur dan lainnya. Karena di kapal itu nggak ada nahkoda yang mempunyai keputasan yang tegas dan ragu-ragu, begitu juga dengan cinta, nggak tau harus memilih siapa untuk di cintai dan kemana cinta itu akan di arahkan, karena yang mencintai itu belum benar-benar mencintai dan nggak mencintai orang itu apa adanya, karena dia mencintai dengan maksud-maksud yang lain.

Sebuah kisah cinta yang munkin pernah juga kita baca atau kita saksikan kisahnya di bioskop, Ayat-ayat cinta, yang belakangan ini menjadi sangat fenomenal di indonesia, sampai-sampai orang nomor satu di indonesia Bapak Susilo Bambang Yudoyono dan sederet pejabat negara lainnya juga ikut menyaksikan filmnya. Film ini sangat menarik dari banyak orang berkomentar seperti itu, karena kisah cintanya sangat luar biasa.

“ Aku cinta kamu “, “aku sayang kamu “ ungkapan yang sering di lontarkan jikala seseorang menyatakan cinta kepada pasangannya, namun unkapan itu hanya sebatas ucapan saja, cuma buat menyenangkan perasaan pasanngannya saja. Semua itu hanya omong kosong belaka. Apabila orang itu benar-benar mencintai dia tidak akan menghancurkannya…..

Note: cintailah orang yang mencintai kamu, jangan berharap akan orang lain lagi. jangan sia-siakan itu.

Cerita Singkat

Di sebuan desa yang terletak di salah satu kabupaten, Rokan Hilir, dulu nya saya tinggal disana dan besar disana. Masa kecil yang masih teringat sampai sekarang membuatku ingin kembali lagi rasanya kemasa itu, masa yang penuh dengan canda dan tawa.
Desa ku bernama Sintong, munkin tidak banyak orang yang tau, namun saya cukup bangga dengan desa ini, desa yang mana telah memberikan penginapan selama 18 tahun lamanya, dan tempat memulai segala sesuatunya.
Sekolah dasar yang saya lalui selama enam tahun memberikan banyak pengalaman yang berharga, teman dan semuanya. Indahnya masa anak-anak, seakan masih berada pada masa itu, ingin rasanya kembali ke masa itu, main-main, lari kesana-kemari, tanpa ada beban pikiran.
Selesai Sekolah dasar, melanjutkan ke tingkat selanjutnya SMP, sekolah yang baru ini terletak di luar desa saya, karna di desaku belum ada Smp, jadi terpaksa melanjutkan ke luar desa, karena sekolah yang baru ini jaraknya lebih kurang enam kilometer dari desaku, tiap pagi harus melewati dua desa untuk mencapai sekolah. Selama di SMP nggak ada yang spesial buat saya, ya waktu itu masih bisa di bilang anak-anak, jadi belum mengenal banyak tentang dunia. Dua tahun di SMP itu dan ahirnya pindah ke desaku, karena di desaku sudah di bangun Smp, bukan hanya itu saja alasan pindah sekolah, tapi juga karena adanya saling salah paham antara anak-anak desaku dengan anak desa tempat saya sekolah. Menjelang ujian kenaikaan kelas kami pindah kesekolah di desaku, wah,,,,sungguh repot waktu itu, pindah sekolah pas lagi mau ujian kenaikan kelas, bayangkan aja betapa kacaunya. Namun akhirnya naik juga ke kelas tiga Smp. Setahun kemudian saya lulus dari Smp itu .
Kemudian Melanjutkan ke Smu, namun kali ini saya melanjutkan ke smu yang berada di luar desa lagi, di desaku waktu itu juga ada smu, tapi tahun itu baru di buka,
Jadi saya memutuskan untuk melanjutkan ke luar desa saja, karna Smu yang baru buka kurang menyengkan pikirku. Selama tiga tahun saya bolak-balik dari desaku ke sekolah, sungguh capek rasanya. Selama tiga tahun lamanya di smu, akhirnya lulus juga.
Setelah lulus smu, rencana nya melanjutkan kuliah namun gagal, karena masalah biaya, dan saya memutuskan untuk bekerja dulu, setahun kerja melanjutkan lagi, namun bukan kuliah, tapi sejenis kursus, kursus komputer di lembaga pendidikan setahun yang berlokasi di jalan Nangka, namun sebelum selesai kursu, saya di terima bekerja di sebuah media massa di pekanbaru, dan sampai saat ini masih bekerja di perusahaan itu.
Maaf kalau tulisan nya berantakan, baru belajar nulis….hehhee…good luck..
Thank’s a lot…..

Eropa Telah Menyatakan Perang terhadap Islam dan Al Qur’an

Menyusul keputusan Dewan Eropa baru-baru ini tentang larangan pengajaran fakta Penciptaan di sekolah-sekolah, pokok persoalan kedua yang bergulir dalam rencana adalah putusan Pengadilan Eropa untuk Hak Asasi Manusia (ECHR) pada tanggal 9 Oktober bahwa pelajaran agama di sekolah-sekolah Turki adalah pelanggaran terhadap hak pendidikan. Dengan putusan ini, beragam pengubahan perlu dilakukan terhadap cara pengajaran agama di sekolah-sekolah Turki dan, menurut ECHR, bahkan pelajaran agama dengan cara bagaimanapun perlu dicegah.

Pada kenyataannya, pengubahan yang dimaksudkan di sini tidak memiliki tujuan selain menghapuskan sama sekali pendidikan agama, untuk memalingkan generasi muda dari keimanan kepada Allah (Tuhan) dan menanamkan pola pikir materialis dalam diri mereka. Keputusan melarang pengajaran Paham Penciptaan di sekolah-sekolah berdasarkan keputusan Dewan Eropa yang diambil di awal Oktober memiliki tujuan yang sama. Kenyataan bahwa laporan yang dimaksud tersebut menetapkan bahwa hanya teori evolusi yang seharusnya diizinkan di kurikulum dengan jelas menyingkap kekhawatiran bahwa para siswa yang belajar tentang fakta Penciptaan tidak akan tumbuh menjadi materialis. Inilah mengapa Paham Penciptaan telah digambarkan sebagai ancaman bagi Eropa dan keputusan di atas telah diambil. Keadaan yang sama berlaku pada pelajaran agama yang saat ini diberikan di Turki. Khawatir terhadap para siswa yang belajar tentang Islam dan meninggalkan pemikiran materialisme, Eropa saat ini telah menganjurkan dihentikannya pelajaran agama di sekolah-sekolah dengan beragam alasan. Upaya Eropa adalah jelas: menyatakan perang terhadap iman kepada Allah dan Islam.

Tidak ada keraguan bahwa alasan bagi semua ini adalah pembongkaran rahasia ke seluruh dunia bahwa Darwinisme, dan materialisme pendukungnya, keduanya adalah penipuan. Kalangan Darwinis dan materialis telah dilanda ketakutan di hadapan karya Harun Yahya Atlas Penciptaan, yang menunjukkan bahwa makhluk-makhluk hidup masa kini sama persis dengan nenek moyang mereka yang hidup di masa lalu. Mereka sadar bahwa mereka takkan mampu lagi menyebarluaskan penipuan itu sebagaimana telah mereka lakukan selama 150 tahun terakhir. Dunia kini telah menyaksikan bahwa teori evolusi Darwin adalah kebohongan yang sangat buruk. Filsafat materialis, yang mendorong ketiadaan agama, kini sedang berada keadaan sekarat dan di abad ke-21 umat manusia akan terbebaskan dari penipuan semacam itu, insya Allah, dan kembali pada tujuan hakiki penciptaannya. Takut dan terkejut oleh kenyataan ini, kalangan Darwinis-materialis kini tengah berupaya mengambil tindak pencegahan melawan perkembangan luar biasa ini. Tapi apa yang tamat, adalah tamat dan seluruh dunia kini tahu tentang penipuan Darwinis. Siswa sekolah kini sedang melancarkan serangan mereka sendiri melawan Darwinisme dan menolak mempelajari penipuan ini.

Apa yang diinginkan kalangan Darwinis-materialis adalah membangun masyarakat tanpa agama, tanpa sedikit pun keimanan kepada Allah. Namun kenyataannya, masyarakat tanpa agama akan semakin mendorong kemerosotan akhlak, meningkatkan peperangan, pembantaian dan pemberontakan yang mengiringi ketiadaan agama, dan menimpakan bencana bagi seluruh umat manusia. Apa yang perlu dilakukan adalah mendorong orang, khususnya kaum muda, untuk mengikuti nilai-nilai ajaran agama daripada memalingkan mereka dari agama dan menganjurkan filsafat materialis.

Alasan ketakutan yang dialami kalangan Darwinis Eropa sangatlah jelas: Mereka telah menyadari bahwa Penciptaan adalah kenyataan satu-satunya, yang kini telah diketahui seluruh dunia. Mereka membayangkan bahwa mereka mampu menghentikan perkembangan ini dengan melarang pelajaran agama dan menghilangkan Paham Penciptaan dari kurikulum. Mereka yakin mereka akan menang dalam peperangan yang mereka lancarkan melawan iman kepada Allah. (Sudah pasti Allah tak terkalahkan.) Mereka ingin yakin bahwa Darwinisme akan dianut dan diterima, meskipun mereka sangat tahu bahwa ini tidak akan pernah terjadi. Agama keliru atau kebohongan yang dibuat melawan iman kepada Allah tidak memiliki jalan bertahan hidup. Allah Yang Mahakuasa mengungkapkan hal senada dalam ayat-ayat-Nya:

Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap. Dan kecelakaanlah bagimu disebabkan kamu menyifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya). (QS. Al Anbiyaa’, 21:1 8)

Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengembang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang batil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan. (QS. Ar Ra’d, 13:17)

Dengan keruntuhan pasti Darwinisme, pengaruh Darwinis banyak melemah dibandingkan sebelumnya. Berkembangnya nilai-nilai ajaran Islam adalah janji Allah dan akan, dengan izin-Nya, menjadi kenyataan. Isyarat-isyarat ini dapat disaksikan di seluruh dunia. Agama hak-Nya, dengan kehendak-Nya, telah menang. Kaum Darwinis tidak lagi mampu menyesatkan manusia. Permusuhan Eropa terhadap Islam tidak akan mengubah apa pun. Dengan izin Allah, sebagaimana halnya dengan setiap pemikiran menyimpang yang pernah melawan nilai-nilai ajaran Islam, serangan balik yang terkini ini, juga, hanya akan semakin menguatkan agama Islam.