Maraknya kasus Ahmadiyah yang kita dengar di media-media saat ini, membuat kita berpikir tentang agama kita, apakah kita sudah menjadi pengikut agama islam yang benar-benar islam? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing. Kasus ini mulai menjadi perbincangan hangat di kalangan pemimpin kita, mereka menyatakan bahwa ajaran Ahmadiyah tergolong ajaran sesat, karena ajaran tersebut tidak mengakui bahwa nabi Muhammad SAW bukan nabi terakhir, melainkan mereka mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi mereka, yang berasa dari India. Aliran Ahmadiyah al-Qadiyan didirikan oleh Mirza Ghulam pada tanggal 23 Maret 1889 M di sebuah kota yang bernama Ludhiana di Punjab, India. Dia adalah seorang penulis buku yang produktif, dia dilahirkan pada 15 Februari 1935 M di Qadian, Nejed, India.
Ajaran Ahmadiyah masuk ke Indonesia pada tahun 1935 M, dah telah telah tesebar hampir di seluruh daerah di Indonesia, dan telah mempunyai banyak cabang seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa tengah, Sumatra Barat, Palembang, Bengkulu, Bali, NTB, dll.
Pusat ajaran ini berada di Parung, Bogor, Jawa Barat, dengan gedung yang sangat megah dan di lengkapi dengan perlengkapan yang canggih.
Menurut penganut ajaran ini, jumlah nabi yang wajib mereka imani adalah 26 nabi, sedangkan menurut ajaran islam nabi yang wajib di imani adalah 25 nabi, setelah nabi Muhammad tidak ada lagi nabi.
Kitab suci mereka bukan Al qur’an melainkan adalah “Tadzkirah” yang mereka percaya sebagai kitab mereka. Kitab tersebut di buat oleh Mirza Ghulam Ahmad. Mereka juga menyakini wahyu di turunkan kepada Mirza Ghulam Ahmad. Tempat suci mereka adalah Rabwah dan Qadian di India.
Dalam ajaran mereka bahwa wanita Ahmadiyah tidak boleh menikah dengan laki-laki di luar penganut ajaran Ahmadiyah, akan tetapi laki-laki boleh menikah dengan wanita selain penganut Ahmadiyah.
Sumber: Diadaptasi dari Mengenal Aliran-Aliran Islam dan Ciri-Ciri Ajarannya,
Drs. Muhammad Sufyan Raji Abdullah, Lc
Filed under: Agama










Ass… wr, wb
sebenernya bukan mau comment ttg aliran ahmadiyahnya..
hanya saja sebagai muslimah, aq ngerasa tergelitik untuk ikut membaca kondisi umat islam sekarang ini.
karena menurut aq gak ada gunanya mengkotak kotakkan islam, apakah ahmadiyah, sunny, al-washliyah, NU, dsb…
karena yg paling penting, apapun yang qt yakini dan qt jalani sebaiknya sudah kita kenal betul (ma’rifat) terhadap apa itu Islam dan apa konsekwensi memeluk DiiN Islam.
Terima kasih
wassalam
wied
kereeeeeeen…. seeeetujuuuuu……!!
(wiwied) wass…wr..wb
bukan juga mksd aq mengkotak-kotakkan agama,
tapi cuma sekedar informasi aja dan menyampaikan tentang berita yg sering kita dengr beberapa waktu yg lalu..
terma ksh atas komntarnya…..:)
wassalam
sharUsx kIta ga pErlU kOmentar tEntang ahMadIyah,,,
soaLnya yaNg mEnenTukan sesat daN tIdakx haNyalah Allah swt
bIla maNg ahmaDiyah saLah,,bIarkan meReka mEmpertanGgung jaWabkan kSalahanx sNdri d hadaPan aLlah swt,,,
disini bukan mksdnnya untuk mengintimidasi sbuah ajarn agma, tapi lebih ke diri kita sendiri dan intropeksi diri.
sejauh mana kita mencintai agma yang kita pluk…
trma kasih ats komentarnya yg sngt mendukung..
wass…slm kenal mas afiz.
tpi mnrut q shrusnya kta mncoba tuk mnydarkn nya,sdar and tdk sdarny itu kan jdi urusan mrka,yng psti kta dah mengingatkn nya
NERAKA JAHANNAM
sdiiiiiiizzzzzz………….amat sechhhhh,,,,,,,,,,,,,,tdk segtunya kleeeeeeeeeeee,,,,,,,,,
Mungkin sebaiknya mui mengadakan suatu seminar/diskusi dgn ahmadiyah, kalau mereka dianggap salah ya kasi tau letak salahnya dimana krn mereka pun punya dasar yg jelas juga yaitu hadis n. isa as. (yg telah menjadi ayat dlm al qur’an sy lupa nama suratnya)Yg mengatakan ” ya’ti min ba’di ismu ahmad” yg artinya “akan dtg nabi setelah ku ( n. Isa. As ) yg bernama Ahmad ” tp krn yg jadi nabi stlah itu bernama Muhammad. Mgkin mereka tdk mau menerima itu. Jd mui harus jelaskan kpd mereka. Knp yg lahir n. Muhammad sementara dlm hadis n. Isa. As dan dlm al qur’an bernama Ahmad. Permasalahan ini tdk bisa diredam tp harus diselesaikan dgn diskusi. Dan mui harus menjelaskan dgn gamblang dasar2 yg mereka ( ahmadiyah ) yakini itu salah, jgn lgsung mencap mereka sesat dan salah tp harus di beri penjelasan jg..
memang harus di diskusi oleh MUI, untuk meluruskan persoalan yang sedang terjadi. jika dibiarkan berkepanjangan, masalah ini akan menjadi berlarut-larut dan makin menimbulkan masalah yang baru pula..
Ahmadiyah kalu dibiarkan bisa merusak ajaran islam.
Jauh jauh jauh. . . .
wah wah telat nih … hehe
agama apapun sebenarnya baik menurut pemahaman penganutnya, semua agama pasti berbeda pandangan , kita juga tak boleh klaim bahwa ahmadiyah sesat karena ahmadiyah benar menurut penganutnya. kita tinggal di indonesia yang pluralis menurut pancasila, ga boleh donk kalau kita ngaku islam yang HANYA boleh klaim sesat atau ga. sebagai tambhan , ahmadiyah juga tolong jangan mengaku islam , karena islam itu dasarnya al quran dan hadits . sebgai info, di pakistan ahmadiyah itu agama sendiri bukan termasuk islam . apapun agamanya jangan dicela, biarkan kesadaran mereka menuntun kepercayaannya. semua agama itu benar menurut penganutnya masing-masing
yg jadi prmasalahannya adalh mereka membawa islam, sedangkankn yg kita ketahaui tidak ada nabi seltlah Muhammad SAW, sdangkan mreka mengakui adanya nabi stelah nabi Muhammad. tetapi jika mreka tidak menyangkut pautkan agama mreka dengan islam, tentunya itu tdak jadi permasalahan bagi kita umat Islam..,,